Monday, June 18, 2018

Sikap Habib Ali Al-Jufri Terhadap Yahudi dan Nasrani


Sikap Habib Ali Al-Jufri Terhadap Yahudi dan Nasrani


Saya mencintai seorang Muslim, meskipun ia berselisih pendapat dgn saya dalam masalah agama, walaupun ia mengkafirkan saya, walaupun ia menghalalkan darahku, walaupun ia tampakkan kebencian di hadapan saya, saya tetap mencintainya. Saya benci akhlaknya, tapi saya mencintainya. Di dlm dirinya ada cahaya La Ilaha illallah. Dia dinisbatkan kpd Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam. karena dia bagian dari ummatnya
.
Begitupula, saya mencintai non-Muslim. Nasrani? Ya, saya mencintai orang Nasrani (Kristen). Bahkan lebih dari itu, saya mencintai (orang) Yahudi. Saya benci penjajah dgn jajahannya di sana, yakni Zionis yg menghalalkan tanah dan harga diri saya, dan saya siap memeranginya tapi hati saya menginginkan hidayah untuknya dan ingin ia kembali kpd kebenaran. Tapi tdk, saya tdk membenci Yahudi karena dia Yahudi (ke-Yahudiaannya). Dia membenciku, Allah mengajarkan saya (dlm al-Quran) bhw ia (Yahudi) akan mjd orang yg paling memusuhiku dan kenyataan mjd saksinya. Tapi saya cinta kpd orang Nasrani, Yahudi, Budha, dan (bahkan) Atheis
.
Saya benci kekafiran seorang kafir, tapi tdk benci kpd orangnya. Saya benci kemaksiatan pendosa, tapi saya tdk benci sosoknya. Saya siap mengekspos hal ini dan bertukar pikiran dgn para ulama dari golongan yg memandang ucapan saya tdk benar. Saya akan cium tangan mereka tapi saya berbeda pendapat dgn mereka dlm hal ini. Ini yg saya pelajari. Ini yg saya pelajari dari akhlak Rasulullah. Ta’dzim terhadap karunia Allah Swt. atas seseorang (manusia, sebagaimana firmanNya): 

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

“Kami telah memuliakan anak-anak Adam.” (QS. al-Isra’ ayat 70). (Pernah terjadi) jenazah seorang Yahudi sedang lewat di hadapan Rasulullah. Lalu beliau berdiri. (Salah seorang sahbat berkata): “Ya Rasullah, itu adalah jenazah seorang yahudi.” 

أَلَيْسَتْ نَفْسًا؟

Jawab Rasulullah : “Bukankah ia (juga) seorang manusia?” Sebagaimana dlm hadits shahih, beliau. mengajarkan kpd kita adab yg tinggi ini

Baik, apa makna dakwah jika kosong dari makna cinta? Dakwah adalah keinginan menyampaikan hidayah. Bukankah demikian? Hidayah utk pendosa,

hidayah utk orang kafir agar masuk Islam. Lalu Anda ingin mengajarkan saya bahwa dakwah adalah secara rasio (dengan pemikiran) yg benar dan lurus secara ruh dan akal agar saya berkata, “Saya benci dan tdk suka kepadamu karena Allah dan saya mengajakmu utk masuk Islam! Saya benci kepadamu dan marilah masuk Islam! Agama saya menyuruh saya membencimu dan saya nasihati Anda agar masuk ke agama ini yg telah menyuruh saya membencimu”. Bagaimana mungkin ini benar!?Agama saya mengajarkan saya agar saya membenci kebatilan yg ada padamu, bukan membenci sosokmu. Pemahaman-pemahaman ini dulu di diri para (ulama) salaf kita adalah demikian. Itu hasil dari didikan, bahkan mereka tdk perlu menjadikannya kurikulum di kitab-kitab. Karena dulu mereka menjalaninya di dlm kehidupan mereka. Bahkan ketika mereka mengangkat senjata utk menjalankan kewajiban jihad yg suci dlm peperangan menghadapi musuh yg menjajah. Dulu pandangan mereka dalam memerangi musuh adalah karena terdesak sebab didzalimi atau sebab tdk diberikannya hak orang-orang dlm Islam, karena mereka masuk Islam dgn kehendak mereka sendiri. Bersamaan dengan itu mereka mengharapkan hidayah utk musuh, bukan perang.

Nabi Saw. pernah berdiri di hadapan seorang wanita yg memegang senjata bersama orang-orang kafir yg dzalim yg memerangi Muslimin. Lalu wanita itu ikut berperang dan terbunuh. Lalu Nabi berdiri di depan mayatnya setelah usai perang, dan beliau tersentuh serta kecewa. Nampak kekecewaan beliau, lalu berkata:

ماَ كَانَ لِهَذِهِ أَنْ تُقَاتِلَ فَتُقْتَلُ

“Tidak seharusnya wanita ini ikut berperang lalu terbunuh.” Rasulullah. ajarkan makna ini. Beliau mengajari kita bhw pada asalnya adalah keinginan kesejahteraan dan keselamatan utk umat manusia, bukan peperangan. Dan bahwa perang adalah keadaan darurat untuk menjaga kehidupan dgn maknanya yang lebih besar. (*IBJ, ditranskrip dari video ceramah Habib Ali al-Jufri: https://www.youtube.com/watch?v=B9OU0vhlWXo

Lihat Juga :
10 Nasihat Sunan Kalijaga (DASA PITUTUR)
Nasihat Habib Umar bin Muhammad Al-Hafidz
5 Macam Kriteria Kyai Menurut Habib Luthfi Bin Yahya