Thursday, December 21, 2017

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN ASMA

Tags

Lihat File Aslinya
File Document



ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN ASMA

1.         Konsep Dasar Asma
a.         Pengertian
Asma  adalah penyakit paru dengan ciri khas yakni saluran nafas sangat mudah bereaksi terhadap berbagai rangsangan atau pencetus dengan manifestasi berupa serangan asma  (Ngastiyah, 2005).
Asma  adalah penyakit yang menyebabkan otot-otot di sekitar saluran bronchial (saluran udara) dalam paru-paru mengkerut, sekaligus lapisan saluran bronchial mengalami peradangan dan bengkak (Espeland, 2008).
Asma  adalah suatu peradangan pada bronkus akibat reaksi hipersensitif mukosa bronkus terhadap bahan alergen (Riyadi, 2009).

b.        Anatomi dan fisiologi pernafasan
1)        Anatomi saluran nafas
Gambar 1


ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN ASMA

Organ-organ pernafasan
a)         Hidung
Merupakan saluran udara pertama yang mempunyai 2 lubang, dipisahkan oleh sekat hidung. Di dalamnya terdapat bulu-bulu yang berfungsi untuk menyaring dan menghangatkan udara (Hidayat, 2006).
b)        Tekak (faring)
Merupakan persimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, terdapat di dasar tengkorak, di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Terdapat epiglotis yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makanan.
c)         Laring (pangkal tenggorok)
Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea di bawahnya.
d)        Trakea (batang tenggorok)
Merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16-20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda (huruf C). Sebelah dalam diliputi oleh sel bersilia yang berfungsi untuk mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernafasan. Percabangan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina.
e)         Bronkus (cabang tenggorokan)
Merupakan lanjutan dari trakea yang terdiri dari 2 buah pada ketinggian vertebra torakalis IV dan V.
f)         Paru-paru
Merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung-gelembung hawa (alveoli). Alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90 meter persegi, pada lapisan inilah terjadi pertukaran udara.

Pernafasan (respirasi) adalah peristiwa menghirup udara yang mengandung oksigen dan menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2 sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Adapun guna dari pernafasan yaitu mengambil O2 yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh untuk pembakaran, mengeluarkan CO2 sebagai sisa dari pembakaran yang dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang, menghangatkan dan melembabkan udara. Pada dasarnya sistem pernafasan terdiri dari suatu rangkaian saluran udara yang menghangatkan udara luar agar bersentuhan dengan membran kapiler alveoli. Terdapat beberapa mekanisme yang berperan memasukkan udara ke dalam paru-paru sehingga pertukaran gas dapat berlangsung. Fungsi mekanis pergerakan udara masuk dan keluar dari paru-paru disebut sebagai ventilasi atau bernapas. Kemudian adanya pemindahan O2 dan CO2 yang melintasi membran alveolus-kapiler yang disebut dengan difusi sedangkan pemindahan oksigen dan karbondioksida antara kapiler-kapiler dan sel-sel tubuh yang disebut dengan perfusi atau pernapasan internal.
Proses pernafasan :
Proses bernafas terdiri dari menarik dan mengeluarkan nafas. Satu kali bernafas adalah satu kali inspirasi dan satu kali ekspirasi. Bernafas diatur oleh otot-otot pernafasan yang terletak pada sumsum penyambung (medulla oblongata). Inspirasi terjadi bila muskulus diafragma telah dapat rangsangan dari nervus prenikus lalu mengkerut datar. Ekspirasi terjadi pada saat otot-otot mengendor dan rongga dada mengecil. Proses pernafasan ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru.
Proses fisiologis pernafasan dimana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringan-jaringan dan karbondioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. Stadium pertama adalah ventilasi, yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru-paru. Stadium kedua adalah transportasi yang terdiri dari beberapa aspek yaitu difusi gas-gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksterna) dan antara darah sistemik dengan sel-sel jaringan, distribusi darah dalam sirkulasi pulmonar dan penyesuaiannya dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus dan reaksi kimia, fisik dari oksigen dan karbondioksida dengan darah. Stadium akhir yaitu respirasi sel dimana metabolit dioksida untuk mendapatkan energi dan karbon dioksida yang terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel akan dikeluarkan oleh paru-paru (Price, 2005).
c.         Patofisiologi
1)        Etiologi
Adapun faktor penyebab dari asma  adalah faktor infeksi dan faktor non infeksi. Faktor infeksi misalnya virus, jamur, parasit, dan bakteri sedangkan faktor non infeksi seperti alergi, iritan, cuaca, kegiatan jasmani dan psikis (Mansjoer, 2000).
2)        Proses terjadi
Faktor-faktor penyebab seperti virus, bakteri, jamur, parasit, alergi, iritan, cuaca, kegiatan jasmani dan psikis akan merangsang reaksi hiperreaktivitas bronkus dalam saluran pernafasan sehingga merangsang sel plasma menghasilkan imonoglubulin E (IgE). IgE selanjutnya akan menempel pada reseptor dinding sel mast yang disebut sel mast tersensitisasi. Sel mast tersensitisasi akan mengalami degranulasi, sel mast yang mengalami degranulasi akan mengeluarkan sejumlah mediator seperti histamin dan bradikinin. Mediator ini menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler sehingga timbul edema mukosa, peningkatan produksi mukus  dan kontraksi otot polos bronkiolus. Hal ini akan menyebabkan proliferasi akibatnya terjadi sumbatan dan daya konsulidasi pada jalan nafas sehingga proses pertukaran O2 dan CO2 terhambat akibatnya terjadi gangguan ventilasi. Rendahnya masukan O2 ke paru-paru terutama pada alveolus menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan CO2 dalam alveolus atau yang disebut dengan hiperventilasi, yang akan menyebabkan terjadi alkalosis respiratorik dan penurunan CO2 dalam kapiler (hipoventilasi) yang akan menyebabkan terjadi asidosis respiratorik. Hal ini dapat menyebabkan paru-paru tidak dapat memenuhi fungsi primernya dalam pertukaran gas yaitu membuang karbondioksida sehingga menyebabkan konsentrasi O2 dalam alveolus menurun dan terjadilah gangguan difusi, dan akan berlanjut menjadi gangguan perfusi dimana oksigenisasi ke jaringan tidak memadai sehingga akan terjadi hipoksemia dan hipoksia yang akan menimbulkan berbagai manifestasi klinis.
3)        Manifestasi klinis
Adapun manifestasi klinis yang ditimbulkan antara lain mengi/wheezing, sesak nafas, dada terasa tertekan atau sesak, batuk, pilek, nyeri dada, nadi meningkat, retraksi otot dada, nafas cuping hidung, takipnea, kelelahan, lemah, anoreksia, sianosis dan gelisah.
4)        Komplikasi
Adapun komplikasi yang timbul yaitu bronkitis berat, emfisema, atelektasis, pneumotorak dan bronkopneumonia.
d.        Pemeriksaan Diagnostik
1)        Pemeriksaan Radiologi
a)         Foto thorak
Pada foto thorak akan tampak corakan paru yang meningkat, hiperinflasi terdapat pada serangan akut dan pada asma kronik, atelektasis juga ditemukan pada anak-anak ³ 6 tahun.
b)        Foto sinus paranasalis
Diperlukan jika asma  sulit terkontrol untuk melihat adanya sinusitis.
2)        Pemeriksaan darah
Hasilnya akan terdapat eosinofilia pada darah tepi dan sekret hidung, bila tidak eosinofilia kemungkinan bukan asma .
3)        Uji faal paru
Dilakukan untuk menentukan derajat obstruksi, menilai hasil provokasi bronkus, menilai hasil pengobatan dan mengikuti perjalanan penyakit. Alat yang digunakan untuk uji faal paru adalah peak flow meter, caranya anak disuruh meniup flow meter beberapa kali (sebelumnya menarik nafas dalam melalui mulut kemudian menghebuskan dengan kuat).
4)        Uji kulit alergi dan imunologi
Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara goresan atau tusuk. Alergen yang digunakan adalah alergen yang banyak didapat di daerahnya.
e.         Penatalaksanaan medis
1)        Oksigen 4 - 6 liter / menit
2)        Pemeriksaan analisa gas darah mungkin memperlihatkan penurunan konsentrasi oksigen.
3)        Anti inflamasi (Kortikosteroid) diberikan untuk menghambat inflamasi jalan nafas.
4)        Antibiotik diberikan berdasarkan etiologi dan uji resistensi
5)        Pemberian obat ekspektoran untuk pengenceran dahak yang kental
6)        Bronkodilator untuk menurunkan spasme bronkus/melebarkan bronkus
7)        Pemeriksaan foto torak
8)        Pantau tanda-tanda vital secara teratur agar bila terjadi kegagalan pernafasan dapat segera tertolong.

2.         Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
a.         Pengkajian Keperawatan
Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan (Gaffar, 1999). Pada tahap ini akan dilaksanakan pengumpulan, pengelompokan  dan penganalisaan data. Pada pengumpulan data akan diperoleh data subyektif yaitu data yang diperoleh dari keterangan pasien atau orang tua pasien. Data obyektif diperoleh dari pemeriksaan fisik. Dari data subyektif pada pasien asma  biasanya diperoleh data anak dikeluhkan sesak nafas, batuk, pilek, nafsu makan menurun, lemah, kelelahan dan gelisah. Dari data obyektif diperoleh data mengi/wheezing berulang, ronchi, dada terasa tertekan atau sesak, pernapasan cepat (takipnea), sianosis, nafas cuping hidung dan retraksi otot dada
1)        Diagnosa keperawatan :
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis tentang respon aktual/potensial terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan. Dari pengkajian yang dilakukan maka didapatkan diagnosa keperawatan yang muncul seperti : (Carpenito, 2000 & Doenges, 1999)
a)         Bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum/sekret.
b)        Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhadap anoreksia akibat rasa dan bau sputum
c)         Kerusakan pertukaran gas berubungan dengan perubahan membran alveolar kapiler
d)        Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplay dan kebutuhan oksigen.
e)         Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi parenkim paru, batuk menetap
f)         Ansietas orang tua berhubungan dengan perubahan status kesehatan, kurangnya informasi.
b.        Perencanaan keperawatan
Perencanaan merupakan preskripsi untuk perilaku spesifik yang diharapkan dari pasien dan/atau tindakan yang harus dilakukan oleh perawat (Doenges, 1999).
Perencanaan diawali dengan memprioritaskan diagnosa keperawatan berdasarkan berat ringannya masalah yang ditemukan pada pasien (Zainal, 1999). Rencana keperawatan yang dapat disusun untuk pasien asma  yaitu: (Doenges, 1999).
1)        Bersihan jalan napas tak efektif berhubungan dengan inflamasi trakeabronkial
Tujuan : bersihan jalan nafas efektif
Rencana tindakan :
a)         Ukur vital sign setiap 6 jam
Rasional :   Mengetahui perkembangan pasien
b)        Observasi keadaan umum pasien
Rasional :   Mengetahui efektivitas perawatan dan perkembangan pasien.
c)         Kaji frekuensi/ kedalaman pernafasan dan gerakan dada
Rasional :   Takipnea, pernafasan dangkal dan gerakan dada tidak simetris, sering terjadi karena ketidaknyamanan gerakan dada dan/atau cairan paru.
d)        Auskultasi area paru, bunyi nafas, misal krekel, mengi dan ronchi
Rasional:    Bunyi nafas bronkial (normal pada bronkus) dapat juga terjadi pada area konsolidasi, krekel, mengi dan ronchi terdengar pada inspirasi atau ekspirasi pada respon bertahap pengumpulan cairan, sekret kental dan spasme jalan nafas/obstruksi.

e)         Ajarkan pasien latihan nafas dalam dan batuk efektif
Rasional :   Nafas dalam memudahkan ekspansi maksimum paru-paru atau jalan nafas lebih kecil. Batuk adalah mekanisme pembersihan jalan nafas alami, membantu silia untuk mempertahankan jalan nafas pasien.
f)         Anjurkan banyak minum air hangat
Rasional :   Air hangat dapat memobilisasi dan mengeluarkan sekret.
g)        Beri posisi yang nyaman (semi fowler/fowler)
Rasional :   Memungkinkan upaya napas lebih dalam dan lebih kuat serta  menurunkan ketidaknyamanan dada.
h)        Delegatif dalam pemberian bronkodilator, kortikosteroid, ekspktoran dan antibiotik
Rasional :   Bronkodilator untuk menurunkan spasme bronkus/melebarkan bronkus dengan memobilisasi sekret. Kortikosteroid yaitu anti inflamasi mencegah reaksi alergi, menghambat pengeluaran histamine. Ekspektoran memudahkan pengenceran dahak, Antibiotik diindikasikan untuk mengontrol infeksi pernafasan.

2)        Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolar kapiler
Tujuan : Ventilasi dan pertukaran gas efektif.
Rencana tindakan :
a)         Observasi keadaan umum dan vital sign setiap 6 jam
Rasonal :    Penurunan keadaan umum dan perubahan vital sign merupakan indikasi derajat keparahan dan status kesehatan pasien.
b)        Observasi warna kulit, membran mukosa dan kuku
Rasional :   Sianosis menunjukkan vasokonstriksi, hipoksemia sistemik.


c)         Pertahankan istirahat tidur
Rasional :   Mencegah terlalu lelah dan menurunkan kebutuhan/konsumsi oksigen untuk memudahkan perbaikan infeksi.
d)        Tinggikan kepala dan sering mengubah posisi
Rasional :   Meningkatkan inspirasi maksimal, meningkatkan pengeluaran sekret untuk memperbaiki ventilasi
e)         Berikan terapi oksigen sesuai indikasi
Rasional :   Mempertahankan PaO2
3)        Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan suplay dan kebutuhan O
Tujuan : Aktivitas dapat ditingkatkan
Rencana tindakan :
a)         Kaji tingkat kemampuan pasien dalam aktivitas
Rasional :   Menetapkan kemampuan/kebutuhan pasien dan memudahkan pilihan intervensi.
b)        Jelaskan pentingnya istirahat dan keseimbangan aktivitas dan istirahat
Rasional :   Menurunkan kebutuhan metabolik, menghemat energi untuk penyembuhan
c)         Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhannya
Rasional :   Meminimalkan kelelahan dan membantu keseimbangan suplay dan kebutuhan oksigen.

d)        Bantu pasien dalam memilih posisi yang nyaman untuk istirahat
Rasional:    Pasien mungkin nyaman dengan kepala tinggi, tidur di kursi, atau menunduk ke depan meja atau bantal
e)         Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien
Rasional :   Keluarga mampu melakukan perawatan secara mandiri
4)        Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan produksi sputum
Tujuan : pemenuhan nutrisi adekuat
a)      Timbang berat badan setiap hari
Rasional : Memberikan informasi tentang kebutuhan diet
b)      Beri penjelasan tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh
Rasional : Meningkatkan pematangan kebutuhan individu dan pentingnya nutrisi pada proses pertumbuhan
c)      Anjurkan memberikan makan dalam porsi kecil tapi sering
Rasional : Meningkatkan nafsu makan, dengan porsi kecil tidak akan cepat bosan
d)     Ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang (batasi pengunjung)
Rasional : Lingkungan yang tenang dan nyaman dapat menurunkan stress dan lebih kondusif untuk makan
e)      Anjurkan menghidangkan makan dalam keadaan hangat
Rasional : Dengan makanan yang masih hangat dapat merangsang makan dan meningkatkan nafsu makan
5)        Nyeri (akut) berhubungan dengan inflamasi parenkim paru, batuk menetap.
Tujuan : Nyeri, berkurang/terkontrol.
Rencana tindakan:
a)         Kaji karakteristik nyeri
Rasional :   Nyeri dada biasanya ada dalam beberapa serangan asma .
b)        Observasi vital sign setiap 6 jam
Rasional :   Perubahan frekuensi jantung atau tekanan darah menunjukkan bahwa mengalami nyeri. Khususnya bila alasan lain untuk perubahan tanda vital telah terlihat.
c)         Berikan tindakan nyaman seperti relaksasi dan distraksi
Rasional :   Menghilangkan ketidaknyamanan dan memperbesar efek terapi analgetik
d)        Kolaborasi pemberian analgetik
Rasional:    Meningkatkan kenyamanan/istirahat umum


6)        Ansietas orang tua berhubungan dengan perubahan status kesehatan, kurangnya informasi
Tujuan:     Kecemasan orang tua berkurang/hilang, pengetahuan orang tua bertambah, orang tua memahami kondisi pasien.
Rencana tujuan :
a)         Kaji tingkat pengetahuan orang tua dan kecemasan orang tua
Rasional :   Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang dimiliki orang tua dan kebenaran informasi yang didapat
b)        Beri penjelasan pada orang tua tentang keadaan, pengertian, penyebab, tanda gejala, pencegahan dan perawatan pasien.
Rasional :   Memberi informasi untuk menambah pengetahuan orang tua.
c)         Jelaskan setiap tindakan keperawatan yang dilakukan
Rasional :   Agar orang tua mengetahui setiap tindakan yang diberikan.
d)        Libatkan orang tua dalam perawatan pasien
Rasional :   Orang tua lebih kooperatif dalam perawatan.
e)         Beri kesempatan pada orang tua untuk bertanya tentang hal­-hal yang belum diketahui
Rasional :   Orang tua bisa memperoleh informasi yang lebih jelas.
f)         Anjurkan orang tua untuk selalu berdoa
Rasional :   Membantu orang tua agar lebih tenang
g)        Lakukan evaluasi
Rasoional: Mengetahui apakah orang tua sudah benar-benar mengerti dengan penjelasan yang diberikan

c.         Pelaksanaan keperawatan
Pelaksanaan adalah pngelolaan, perwujudan dari rencana perawatan yang telah disusun pada tahap kedua untuk memenuhi kebutuhan pasien secara optimal dan komprehensif. Tindakan keperawatan yang dilaksanakan disesuaikan dengan perencanaan (Nursalam, 2001).


d.        Evaluasi keperawatan
Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan pada pasien. Evaluasi yang diharapkan sesuai dengan rencana tujuan yaitu :
1)        Bersihan jalan nafas efektif
2)        Ventilasi dan pertukaran gas efektif
3)        Aktivitas dapat ditingkatkan
4)        Pemenuhan nutrisi adekuat
5)        Nyeri berkurang/terkontrol
6)        Kecemasan orang tua berkurang/hilang, pengetauan orang tua bertambah, keluarga memahami kondisi pasien.


BAGAN 1
Web of Caution (WOC) Asma
 

































DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. (2009). Asma Bisa Sembuh atau Problem Seumur Hidup.  Diperoleh tanggal 29 Juni 2009, dari http://www.medicastore.com/asma/

Carpenito, L.J. (2000). Diagnosa keperawatan. (Edisi 6). Jakarta: EGC

Doenges, M.E.(1999). Rencana Asuhan Keperawatan.  (Edisi 3). Jakarta: EGC

Espeland, N. (2008). Petunjuk Lengkap Mengatasi Alergi dan Asma pada Anak. Jakarta: Prestasi Pustakaraya

Gaffar, L.O.J. (1999). Pengantar Keperawatan Profesional, Jakarta: EGC

Hidayat, A.A.A.(2006). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Surabaya: Salemba Medika

Mansjoer, A. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. (Edisi 3), Jilid 1. Jakarta: Media Aesculapius

Ngastiyah. (2005). Perawatan Anak Sakit. (Edisi 2). Jakarta: EGC

Nursalam. (2001). Proses dan Dokumentasi Keperawatan. Jakarta: EGC

Price, S.A & Wilson, L.M. (2005). Patofisiologi. (Edisi 6). Jakarta: EGC

Riyadi, S. (2009). Asuhan Keperawatan pada Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu

Zainal, A.H. (1999). Pengantar Keperawatan Profesional. Jakarta: Yayasan Bunga Raflesia











ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN ASMA, askep asma, ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN ASMA, ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN ASMA, askep asma askep asma bronkial askep asma pdf askep asma pada anak askep asma bronkial nanda nic noc askep asma bronkial lengkap askep asma bronkial pada anak askep asma pada lansia askep asma bronkial pada anak pdf askep asma anak askep asma akut askep asma attack askep asma analisa data askep asma attack pada anak askep asma alergi askep asma adalah askep asma anak pdf askep asma akut sedang askep asma attact askep asma bronkial pdf askep asma bronkial nic noc askep asma bronkial pada dewasa askep asma cardial contoh askep asma bronchial pada anak pengertian asma kardial www.askep asma.com contoh askep asma contoh askep asma bronkial contoh askep asma pada anak contoh askep asma pada lansia contoh askep asma bronkial pada anak contoh askep asma lengkap askep asma doc askep asma di igd askep asma download askep asma dalam bahasa inggris askep asma dengan nic noc askep asma di ugd askep asma dewasa askep asma dalam kehamilan askep asma di ruang ugd askep asma diruang igd askep asma eksaserbasi akut patofisiologi asma eksaserbasi pengertian asma episodik askep evaluasi asma pengertian asma eksaserbasi akut patofisiologi asma ekstrinsik pengertian asma episodik jarang pengertian asma eksaserbasi pengertian asma episodik sering evaluasi askep asma bronkial askep pemeriksaan fisik asma format askep asma format askep asma bronkial format askep asma pada anak askep asma gadar askep asma gerontik askep asma gangguan pola tidur askep keluarga dengan gangguan asma askep gerontik asma pada lansia askep gadar asma pdf askep gerontik asma bronkial askep gadar asma pada anak askep gangguan asma askep gadar asma akut pengertian asmaul husna askep asma ibu hamil askep asma pada ibu hamil askep asma pada ibu hamil pdf askep asma bronkial pada ibu hamil askep asma igd askep asma implementasi askep penyakit asma pada ibu hamil askep asma bronkial di ruang igd askep igd asma bronkial askep intervensi asma jurnal askep asma jurnal askep asma bronkial jurnal askep asma bronchial askep asma kardial askep asma keluarga askep asma kronis askep asma kronik askep asma kasus askep asma kegawatdaruratan asuhan keperawatan asma kardial askep kasus asma bronkial askep keluarga asma bronkial askep komunitas asma askep asma lengkap askep asma lansia askep asma bronkial pada lansia lp askep asma bronkial asuhan keperawatan asma lengkap askep lengkap asma bronkial askep lp asma askep lengkap asma broncial askep laporan asma pathway asma lengkap askep asma menurut nanda nic noc askep asma menurut nanda askep asma menurut nic noc askep asma menurut doenges makalah askep asma bronchial materi askep asma asuhan keperawatan asma menurut nanda askep makalah asma askep asma bronkial menurut nanda askep asma bronkial menurut nanda nic noc askep asma nanda nic noc pdf askep asma nanda nic noc askep asma nanda askep asma ny patofisiologi asma non alergi askep asma bronchial nic noc asuhan keperawatan asma nanda nic noc asuhan keperawatan asma nic noc askep asma bronkial pada orang dewasa askep oksigenasi asma askep asma pada orang dewasa pengertian obat asma contoh askep asma pada orang dewasa askep asma orang dewasa asuhan keperawatan asma pada orang dewasa askep asma pada anak pdf askep asma pada lansia pdf askep asma pada keluarga askep asma pada dewasa askep asma ppt askep resume asma askep asma di ruang igd askep asma bronkial di ruang ugd rasional askep asma resume askep asma bronkial askep asma scribd askep asma secara umum askep status asma tikus askep serangan asma askep asma bronkial scribd askep asma persisten sedang askep asma dan status asmatikus askep asma pada tn.s askep asma pada anak scribd askep asma tikus askep asma teoritis askep asma tn kumpulan askep tentang asma askep tentang asma askep teoritis asma bronkial askep teori asma askep tentang asma bronkial askep teori asma bronkial askep teoritis asma bronchial askep asam urat pengertian asmaul husna menurut ilmu tauhid askep ugd asma askep untuk asma pengertian asma'ul husnah pengertian asmaul khomsah pengertian asma'ul husna menurut istilah pengertian asma ulusna pengertian asmaus sifat pengertian asma wa sifat pengertian asma wa shifat pengertian asmawedha pengertian asma wa sifat allah pengertian asma wal sifat pengertian walimatul asma www.askep asma woc askep asma www.askep asma bronkial patofisiologi asma youtube askep asma yang lengkap askep asma 2015 askep asma 2014 asuhan keperawatan asma bronkial 2010 asuhan keperawatan asma asuhan keperawatan asma bronkial asuhan keperawatan asma pdf asuhan keperawatan asma bronkial nanda nic noc asuhan keperawatan asma bronchial pada anak asuhan keperawatan asma bronkial pada anak asuhan keperawatan asma bronkial 2010 asuhan keperawatan asma pada lansia asuhan keperawatan asmatikus asuhan keperawatan asma nanda nic noc asuhan keperawatan asma bronkial anak asuhan keperawatan asma attack asuhan keperawatan asma akut asuhan keperawatan asma anak asuhan keperawatan asma pada anak pdf diagnosa keperawatan asma pada anak asuhan keperawatan asma bronkhial pada anak contoh asuhan keperawatan asma pada anak asuhan keperawatan asma bronkial pdf asuhan keperawatan asma bronkial pada lansia asuhan keperawatan asma bronkitis contoh asuhan keperawatan asma contoh asuhan keperawatan asma bronkial contoh kasus asuhan keperawatan asma contoh kasus asuhan keperawatan asma bronkial contoh asuhan keperawatan penyakit asma contoh asuhan keperawatan tentang asma contoh asuhan keperawatan pada asma contoh asuhan keperawatan pasien asma contoh asuhan keperawatan keluarga asma asuhan keperawatan dengan asma asuhan keperawatan dengan asma bronkial asuhan keperawatan dengan asma bronchial diagnosa keperawatan dengan asma asuhan keperawatan keluarga dengan asma asuhan keperawatan gawat darurat asma asuhan keperawatan keluarga dengan asma bronkial asuhan keperawatan keluarga dengan asma pdf asuhan keperawatan gawat darurat asma bronkial asuhan keperawatan anak dengan asma evaluasi asuhan keperawatan asma format asuhan keperawatan asma format pengkajian asuhan keperawatan asma asuhan keperawatan gadar asma asuhan keperawatan gerontik asma asuhan keperawatan gerontik dengan asma asuhan keperawatan gerontik dengan asma bronkial asuhan keperawatan gawat darurat asma bronchial asuhan keperawatan gerontik pada pasien asma asuhan keperawatan asma pada ibu hamil asuhan keperawatan ibu hamil dengan asma asuhan keperawatan ibu hamil dengan asma bronkial jurnal asuhan keperawatan asma jurnal asuhan keperawatan asma pdf jurnal asuhan keperawatan asma bronkial asuhan keperawatan asma kardial rencana asuhan keperawatan keluarga asma asuhan keperawatan pada kasus asma bronchial asuhan keperawatan keluarga dengan kasus asma asuhan keperawatan keluarga asma asuhan keperawatan kasus asma asuhan keperawatan kegawatdaruratan asma asuhan keperawatan komunitas asma diagnosa keperawatan keluarga asma asuhan keperawatan asma pada keluarga asuhan keperawatan asma lengkap asuhan keperawatan asma bronkial lengkap diagnosa keperawatan asma pada lansia laporan asuhan keperawatan asma contoh asuhan keperawatan pada pasien asma lengkap laporan pendahuluan asuhan keperawatan asma laporan pendahuluan asuhan keperawatan asma bronkial asuhan keperawatan pada lansia dengan asma asuhan keperawatan asma menurut nanda diagnosa keperawatan asma menurut nanda asuhan keperawatan asma bronkial menurut nanda nic noc makalah asuhan keperawatan asma makalah asuhan keperawatan asma bronkial makalah asuhan keperawatan asma pada anak makalah asuhan keperawatan asma bronchiale makalah asuhan keperawatan asma pdf makalah asuhan keperawatan penyakit asma makalah asuhan keperawatan tentang asma asuhan keperawatan asma nic noc diagnosa keperawatan nanda asma asuhan keperawatan asma pada orang dewasa asuhan keperawatan asma pada anak asuhan keperawatan asma ppt asuhan keperawatan asma pada bayi asuhan keperawatan penyakit asma asuhan keperawatan pada asma rencana asuhan keperawatan asma rencana asuhan keperawatan asma bronkial standar asuhan keperawatan asma standar asuhan keperawatan asma bronkial asuhan keperawatan tentang asma asuhan keperawatan tentang asma bronkial asuhan keperawatan teoritis asma bronkial diagnosa keperawatan tentang asma asuhan keperawatan tentang penyakit asma diagnosa keperawatan untuk asma Nice Information and so on, Nice article and best uthor. Obat Miom Obat Hernia Obat Asam Lambung Obat Kencing Nanah Cara Mengobati Penyempitan Pembuluh Darah Plafon Gypsum Bekasi Baja Ringan Depok Sukses Gak Perlu Kuliah Bendera Merah Putih Bendera Nabi 6 Manfaat Berhenti Merokok Hernia Anak Sertifiaksi Ulama 11 Gejala dan Penyebab Sinus